Rabu, 08 April 2020

Mekanika Teknik: Tegangan, Regangan dan Modulus Young

Pengertian Tegangan, Regangan dan Modulus Young


Perubahan bentuk dan ukuran benda bergantung pada arah dan letak gaya luar yang diberikan. Ada beberapa jenis deformasi yang bergantung pada sifat elastisitas benda, antara lain tegangan (stress) dan regangan (strain). 

Tegangan menunjukkan kekuatan gaya yang menyebabkan perubahan bentuk benda. Tegangan (stress) didefinisikan sebagai perbandingan antara gaya yang bekerja pada benda dengan luas penampang benda. Secara matematis dituliskan:

σ = F/A


  • dengan:
  • σ = tegangan (Pa)
  • F = gaya (N)
  • A = luas penampang (m2)
Benda elastis dengan pertambahan panjang ΔL

Satuan SI untuk tegangan adalah pascal (Pa), dengan konversi: 1 Pa = 1 N/m2
Tegangan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu regangan, mampatan, dan geseran, seperti ditunjukkan pada gambar:
Jenis-jenis tegangan



Adapun regangan (strain) didefinisikan sebagai perbandingan antara pertambahan panjang batang dengan panjang mula-mula dinyatakan:

e = ΔL / L

dengan:

e =regangan

ΔL = pertambahan panjang (m)

L = panjang mula-mula (m)

Regangan merupakan ukuran mengenai seberapa jauh batang tersebut berubah bentuk. Tegangan diberikan pada materi dari arah luar, sedangkan regangan adalah tanggapan materi terhadap tegangan.

Pada daerah elastis, besarnya tegangan berbanding lurus dengan regangan. Perbandingan antara tegangan dan regangan benda tersebut disebut modulus elastisitas atau modulus Young. Pengukuran modulus Young dapat dilakukan dengan menggunakan gelombang akustik, karena kecepatan jalannya bergantung pada modulus Young. Secara matematis dirumuskan:

E = σ/e

E = (FL) / (A.ΔL)

dengan:

E = modulus Young (N/m2)

F = gaya (N)

L = panjang mula-mula (m)

ΔL = pertambahan panjang (m)

A = luas penampang (m2)

Nilai modulus Young hanya bergantung pada jenis benda (komposisi benda), tidak bergantung pada ukuran atau bentuk benda. 
Nilai modulus Young beberapa jenis bahan dapat kalian lihat pada Tabel. Satuan SI untuk E adalah pascal (Pa) atau N/m2.

Bahan Modulus Young (N/m2)
Alumunium 70 x 109
Baja 200 x 109
Beton 20 x 109










Video Pembelajaran Tegangan, Regangan dan Modulus Young.
Semoga bermanfaat.



Tugas

Kelas X BKP dan XDPIB



KERJAKAN SOAL DIBAWAH INI !


1.   Sebuah balok ditarik oleh gaya F seperti gambar berikut :





Diketahui :


Gaya tarik F = 12000 N


Panjang L = 500 mm

Lebar b = 15 mm

Tinggi h = 30 mm
Ditanya :

Hitunglah tegangan tarik pada penampang A – B ! Sertakan juga gambarnya !


2. Sebuah batang dengan penampang bulat ditarik oleh gaya F seperti gambar berikut :



Diketahui :
Gaya tarik F = 2270 N
Panjang L = 750 mm
Diameter d = 15mm
Ditanya :

Hitunglah tegangan tarik yang terjadi pada penampang A – B ! Sertakan juga gambarnya !




SELAMAT MENGERJAKAN...




















Minggu, 22 September 2019

Pengelolan Bisnis Konstruksi dan Property: Bentuk-Bentuk Kontrak Konstruksi






















Instrument 3

A. Cari arti dari:
1. Fist timer/inexperience client
2. Expert
3. Developer
4. Tailor-made contract
5. Bespoke contract
6. Contract of indemnity
7. Fixed price lump sum
8. Fixed price unit rate
9. Cashflow
10. Cost without fee
11. Cost plus fee
12. Mothly payment
13. Stage payment
14. Contractor's full prefinance
15. Overlapping


B. Jawablah!

1. Apa tujuan akhir dari pelaksanaan proyek konstruksi dari kacamata pemilik proyek?

2. Sebutkan jenis kontrak yang terlibat dalam industry konstruksi?

3. Sebutkan 9 pertimbangan-pertimbangan pemilik proyek dalam memilij bentuk konstrak konstruksi!

4. Gambarkan diagram bentuk bentuk kontrak konstruksi (N. Yasin)!

5. Sebutkan dan jelaskan 2 bentuk kontrak dilihat dari aspek perhitungan biaya !

6. Mengapa bentuk kontrak fixed price lump sering digunakan oleh pihak pemerintah maupun pemilik proyek swata?

7. Sebutkan dan jelaskan 3 bentuk kontrak ditinjau dari aspek perhitungan jasa!

8. Sebutkan dan jelaskan 3 bentuk kontrak ditinjau dari aspek cara pembayaran!

9. Sebutkan dan jelaskan 6 bentuk kontrak ditinjau dari aspek pembagian tugas!

10. Gambarkan bentuk kontrak konvensional/ tradisional, dan beri penjabarannya!

11. Gambarkan bentuk kontrak spesialis, dan beri penjabarannya!

12. Gambarkan bentuk kontrak design-build, dan beri penjabarannya!

13. Jelaskan bentuk kontrak EPC!

14. Jelaskan bentuk  kontarak BOT!

15. Jelaskan bentuk kontrak swakelola!

16. Apa yang dimaksud dengan kontrak tahun tunggal?

17. Apa yang dimaksud dengan kontrak tahun jamak?


Rabu, 11 September 2019

Senin, 09 September 2019

Mekanika Teknik: ANALISIS KONSTRUKSI STATIS TERTENTU


   BAB I         ANALISIS KONSTRUKSI STATIS  TERTENTU




1.     JENIS KONSTRUKSI


Ada dua jenis konstruksi yaitu konstruksi statis tertentu dan konstruksi statis tak tentu.  Dalam mencari gaya reaksi pada konstruksi statis tertentu dapat ditentukan dengan syarat-syarat keseimbangan yaitu 

SH=0, S V=0 dan S M=0

Dimana : 

SH = Jumlah Gaya yang bekerja Horizotal pada balok harus sama dengan 0.

            SV = Jumlah Gaya yang bekerja Vertikal pada balok harus sama dengan 0.

            SM = Jumlah Momen gaya bekerja pada balok harus sama dengan 0.
Untuk mempermudah dan mempercepat dalam mengetahuijenis konstruksi dalam sebuah bangunan dapat menggunakan persamaan :       


R  = B + 2

 Keterangan :
R = Jumlah reaksi yang akan ditentukan

B = Jumlah Batang

Dengan ketentuan Bila R > B + 2, berarti konstruksi statis tak tentu.

Contoh :

Gambar diatas merupakan konstruksi rol dan sendi terdapat tiga buah gaya yang harus ditentukan, sedang jumlah batang = 1. Menurut persamaan diatas maka,

R = B + 2 = 1 + 2 = 3

3 = 3 --------------= sama , Jadi Konstruksi diatas adalah Konstruksi Statis Tertentu. Sehingga untuk menentukan gaya reaksi dapat menggunakan persamaan syarat2 keseimbangan.



2.     Analisis Konstruksi Balok Sederhana (KBS)




            Konstruksi balok sederhana adalah konstruksi yang ditumpu pada dua titik tumpu yang masing-masing berupa sendi dan rol.Pada tumpuan, terjadi reaksi tumpuan yang diakibatkan adanya aksi. Reaksi tumpuan tersebut dihitung dengan prinsip keseimbangan gaya. Berikut beberapa reaksi tumpuan berdasarkan bebannya.


2.1.        Analisis KBS dengan beban terpusat




Untuk mencari beban terpusat pada tumpuan jepit, perlu diketahui bahwa balok terjepit sebelah bisa disebut juga dengan Balok Kantilever. Pada tumpuan jepit terdapat 3 gaya reaksi yang tidak diketahui besarnya. Gaya reaksi tersebut dapat ditentukan dengan syarat-syarat kesetimbangan yaitu H=0, V=0 dan M=0.

2.2 Analisis KBS dengan beban miring