Rabu, 10 April 2019

Persiapan PT ADIMIX Menghitung RA dan RB








Persiapan PT ADIMIX ISTILAH-ISTILAH DALAM BETON

1. Faktor-faktor mempengaruhi kuat tekan beton adalah FAS (faktor air semen) Apabila FAS tidak sesuai dengan beton yang akan direncanakan maka beton akan menjadi lemah. Pengaruh cuaca berupa pengembangan dan penyusutan yang diakibatkan oleh pergantian panas dan dingin. Daya perusak kimiawi, seperti air laut (garam), asam sulfat, alkali, limbah, dan lain-lain. Daya tahan terhadap aus (abrasi) yang disebabkan ole gesekan orang berjalan kaki, lalu lintas, gerakan ombak, dan lain-lain.


2. Hubungan antara faktor air semen (water cement ratio) dengan kuat tekan beton adalah 
Faktor Air Semen adalah perbandingan antara berat air dan berat semen dalam campuran adukan beton. Secara umum diketahui bahwa semakin tinggi nilai FAS, maka semakin rendah mutu/kekuatan beton. Nilai FAS yang rendah ditambah dengan kekuatan agregat yang baik dipercaya dapat meningkatkan mutu beton. Tapi nilai FAS yang terlalu rendah dapat mengurangi kemudahan pekerjaan pada beton itu sendiri.


3. Proses hydrasi pada beton adalah 
Hidrasi adalah pelarutan suatu zat dengan pelarut air. Ketika semen dilarutkan dengan air, maka terjadilah reaksi hidrasi yang menghasilkan berbagai macam senyawa kimia.Reaksi hidrasi semen tersebut merupakan reaksi eksoterm. Sehingga sistem melepaskan kalor kelingkungan yang akan menyebabkan lingkungan mengalami kenaikan suhu. Kenaikan suhu oleh reaksi hidrasi tersebut dinamakan panas hidrasi. Tinggi rendahnya panas hidrasi yang dihasilkan saat semen beraksi dengan air bergantung pada komposisi senyawa kimia yang dihasilkan saat terjadi reaksi hidrolisis material semen di dalam air.

Mekanisme hidrasi silicate (C3S dan C2S)

2(3CaO.SiO2) + 6 H2O 3CaO.SiO2.3 H2O + 3Ca(OH)2
2(2CaO.SiO2) + 4 H2O 3CaO.SiO2.3 H2O + Ca(OH)2

Mekanisme hidrasi Aluminat (C3A)

Adanya gipsum di dalam semen menyebabkan reaksi calsium aluminat menghasilkan calsium sulfo aluminat hidrat.

3CaO.Al2O3+ CaSO4.2H2O + 10 H2O 3CaO.Al2O3.CaSO4+ 12 H2O
3CaO.Al2O3+ Ca(OH)2+ 12 H2O 3CaO.Al2O3.Ca(OH)2.12 H2O

Mekanisme hidrasi tetracalsium aluminoferrit (C4AF)

4CaO.Al2O3.Fe2O3+ 2Ca(OH)2+ 10H2O 64CaO.Al2O3.Fe2O3.12 H2O


4.
Daktilitas beton adalah 
Daktilitas beton didefinisikan sebagai kemampuan untuk mencapai deformasi yang signifikan tanpa peningkatan ditandai dari tekanan diluar kekuatan luluh baja. Baja daktilitas tinggi memiliki kemampuan lebih untuk menyerap energi dari baja daktilitas yang rendah. Hal ini dapat bertahan lebih lama dibawah menekankan lebih tinggi dari kekuatan luluh dengan deformasi plastik, sebaliknya dengan baja daktilitas rendah, yang lebih rapuh dan istirahat tiba-tiba, mendapatkan elongations cahaya.

5. Beton segar (fresh concrete) adalah
Beton segar adalah gabungan antara semen agregat (halus dan kasar) dan air yang saling mengikat dan belum mengeras masi bersifat lunak dan dapat membentuk dengan mudah

6. Beton keras (hardened concrete) adalah
Beton keras adalah batuan tiruan dengan rongga antara butiran yang besar(agregat kasar) dan diisi dengan batuan kecil (agregat halus) dan pori pori antara agregat halus diisi oleh semen dan air (pasta semen) saling terekat dengan kuat dan terbentuklah suatu kesatuan padat yang tahan lama.

7. Sifat-sifat beton segar adalah
a.Mudah dikerjakan (wokability) 
Kemudahan pengerjaan (wokability) merupakan tingkat kemudahan adukan beton untuk diaduk, diangkut, dituang, dan dipadatkan tanpa mengurangi homogenitas beton, dan beton tidak terurai (bleeding) yang berlebihan untuk mencapai kekuatan yang direncanakan. Unsur-unsur yang mempengaruhi sifat kemudahan dikerjakan antara lain:

a. 1.Jumlah air yang dipakai dalam campuran beton. Makin banyak air yangdipakai makin mudah beton segardikerjakan.

a. 2.Penambahan semen ke dalam campuran juga memudahkan cara pengerjaan adukan beton, karena diikuti dengan bertambahnya air campuran untuk memperoleh nilai fas yang tetap.

a. 3.Gradasi campuran pasir dan kerikil. Apabila mengikuti gradasi campuran yang telah disarankan oleh peraturan, maka adukan beton akan mudah dikerjakan.

a. 4.Pemakaian butir-butir batuan yang bulat mempermudah cara pengerjaan beton.

a. 5.Pemakaian butir maksimum kerikil yang dipakai juga berpengaruh terhadaptingkat kemudahan pengerjaan.

a. 6.Cara pemadatan adukan beton. Bila dilakukan dengan alat getar, maka diperlukan tingkat kelecakan (keenceran) yang berbeda.

Faktor utama yang mempengaruhi wokability adalah kandungan air di dalam campuran, sedangkan faktor lainnya adalah gradasi agregat, bentuk, dan tekstur permukaan agregat, proporsi campuran serta kombinasi gradasi. Tingkat kemudahan pengerjaan berkaitan erat dengan tingkat kelecakan (keenceran) adukan beton. Untuk mengetahui tingkat kelecakan adukan beton biasanya dilakukan dengan percobaan slump. Makin besar nilai slump berarti adukan beton semakin encer dan ini berartisemakin mudah dikerjakan. Pada umumnya nilai slump berkisar antara 5 - 12,5 cm.

b. Pemisahan Kerikil (segregation)
Kecenderungan butir-butir kerikil memisahkan diri dari campuran adukan beton disebut segregation. Campuran beton yang kelebihan air dapat menyebabkan segregasi, dimana terjadi pengendapan partikel yang berat ke dasar beton segar dan partikel-partikel yang lebih ringan akan menuju ke permukaan beton segar. Hal-hal tersebut akan mengakibatkan beberapa keadaan pada beton yaitu terdapat lubang-lubang udara, beton menjadi tidak homogen dan permeabilitas serta keawetan berkurang.

c. Pemisahan Air (bleeding)

Kecenderungan campuran untuk naik ke atas (memisahkan diri) pada beton segar yang baru saja dipadatkan disebut bleeding. Hal ini disebabkanketidak mampuan bahan solid dalam campuran untuk menahan seluruh air campuran ketika bahan itu bergerak ke bawah. Air naik ke atas sambil membawa semen dan butir-butir halus pasir, yang pada akhirnya setelah beton mengeras akan tampak sebagai selaput. Lapisan ini dikenal sebagai laitance. Bleeding biasanya terjadi pada campuran beton basah (kelebihan air) atau campuran adukan beton dengan nilai slump tinggi.


8. Workability adalah 
Kemudahan pengerjaan (wokability) adalah merupakan tingkat kemudahan adukan beton untuk diaduk, diangkut, dituang, dan dipadatkan tanpa mengurangi homogenitas beton, dan beton tidak terurai (bleeding) yang berlebihan untuk mencapai kekuatan yang direncanakan

9. Durability adalah 
Durabilitas (ketahanan) adalah ketahanan beton menghadapi segala kondisi dimana dia direncanakan, tanpa mengalami kerusakan (deteriorate) selama jangka waktu layannya (service ability). Beton yang demikian disebut mempunyai ketahanan yang tinggi (durable).

10. Flowability pada beton segar adalah
Flowability adalah salah satu bagian dari pengujian beton segar yang dihasilkan berdasarkan tes slump untuk mengetahui kemampuan mengalir campuran dari beton segar.

11. Compactability pada beton adalah 

Compactability adalah salah satu bagian dari pengujian beton segar yang dihasilkan berdasarkan tes slump untuk mengetahui tingkat kemampuan campuran beton untuk memadat.

12. Bleeding dan segregation pada beton adalah
Bleeding adalah pengeluaran air dari adukan beton yang disebabkan oleh pelepasan air dari pasta semen. Sesaat setelah dicetak, air yang terkandung di dalam beton segar cenderung untuk naik ke permukaan.
Segregasi adalah kecenderungan pemisahan bahan-bahan pembentuk beton. Segregasi sangat besar pengaruhnya terhadap sifat beton keras. Jika tingkat segregasi beton sangat tinggi, maka ketidaksempurnaan konstruksi beton juga tinggi. hal ini dapat berupa keropos, terdapat lapisan yang lemah dan berpori, permukaan nampak bersisik dan tidak merata.

13. Jenis-jenis pengujian beton segar beserta metode pengujiannya antara lain:
Pengujian Slump, kerucut yang berbentuk terpancung ciptaan “ Abrams”untuk beton yang encer. Yang dipakai secara intensif dilapangan sangat berguna untuk mendeteksi keseragaman campuran sebelum dilakukan pencetakan terhadap benda uji. Ada beberapa macam dari bentuk slump yang terjadi yaitu :

a. Slump yang benar (true Slump)
Suatu campuran yang telah dibuat dikatakan mempunyai true slump, jika kerucut beton mengalami penurunan secara seragam disetiap sisinya setelah kerucut diangkat.

b. Slump geser (Shear Slump)
Sebagian kerucut beton meluncur kebawah sepanjang bidang miring. Jika hal itu terjadi, maka pengujian slump harus diulang. Jika bentuk slump itu terjadi secara konsisten maka berarti sifat kohesi campuran yang diuji adalah kurang baik.

c. Slump runtuh (Collapse Slump)
Campuran dikatakan mempunyai Collapse slump, jika setelah kerucut diangkat campuran akan mengalami runtuh (collapse).

· Tes Bola Kelly, dikembangkan di Amerika sebagai alternative tes slump, tes ini memiliki keunikan yang menguntungkan dalam hal pemakaiannya untuk beton dalam gerobak dorong atau beton dalam cetakan dan tes ini lebih sederhana secara cepat untuk dilaksanakan dari pada test slump.

· Tes kekentalan Vebe, dikembangkan di Swedia oleh V. Barkner, pada dasar tes penuangan kembali mengidentifikasikan atas dua hal, yaitu compactability dan mobility dari beton yang ditargetkan.

· Tes leleh (flow test), beton yang memiliki nilai leleh yang sama berbeda tingkat kecelakaannya, akan tetapi tes tersebut memberikan perkiraan yang baik dari konsistensi beton yang cenderung menimbulkan segregasi.

14. Kegunaannya dilakukan percobaan slump pada adukan beton segar adalah
Tujuan pengujian ini adalah untuk memperoleh angka slump beton. Pengujian ini dilakukan terhadap beton segar yang mewakili campuran beton. Hasilpengujian ini digunakan dalam pekerjaan :

1) Perencanaan campuran beton;

2) Pengendalian mutu beton pada pelaksanaan pembetonan.

15. Beton ringan (light-weight concrete) adalah
Dibuat dengan menggunakan agregat ringan atau dikombinasikan dengan agregat normal sedemikian rupa sehingga dihasilkan beton dengan berat isi yang lebih kecil (lebih ringan) daripada beton normal. Berat isi beton ringan mencapai 2/3 dari beton normal. Tujuan penggunaan beton ringan adalah untuk mengurangi berat sendiri dari struktur sehingga komponen struktur pendukungnya seperti pondasinya akan menjadi lebih hemat.

Agregat yang digunakan untuk memproduksi beton ringan merupakan agregat ringan juga. Agregat yang digunakan umumnya merupakan hasil pembakaran shale, lempung, slates, residu slag, residu batu bara dan banyak lagi hasil pembakaran vulkanik. Berat jenis agregat ringan sekitar 1900kg/m3 atau berdasarkan kepentingan penggunaan strukturnya berkisar antara 1440-1850kg/m3 , dengan kekuatan tekan umur 28 hari lebih besar dari 17,2 MPa. 

16. Beton serat (fibre reinforced concrete) adalah
Beton berserat adalah beton yang dicampur dengan serat (fiber) yang berfungsi meningkatkan property si beton itu. Di masa kini, beton berserat lebih berfungsi meningkatkan kekuatan tarik atau juga meningkatkan daktilitas si beton.

Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunannya yang terdiri dari bahan semen, agregat kasar,agregat halus, air dan bahan tambah (Tri Mulyono, 2003). Kelebihan beton yaitu memilki kuat desak yang tinggi, tahan api dan mudah dibentuk. Namun disamping mempunyai kelebihan tersebut, beton juga mempunyai kelemahan yaitu, kuat tarik yang rendah.Usaha untuk menambah kuat tarik beton, dilakukan dengan cara menambah serat (fiber) dalam campuran beton, penambahan serat ( fiber ) dilakukan dengan cara memberikan semacam penulanganyang disebarkan merata dengan orientasi sebaran yang acak dengan tujuan meningkatkan kuat tarik beton.Ada berbagai macam bahan fiber yang dapat digunakan untuk memperbaiki sifat-sifat betonseperti yang telah dilaporkan oleh ACI Committee 544 (1982) dan Soroushian & Bayasi (1987).Bahan –bahan fiber tersebut antara lain berupa serat baja ( steel fiber ), kaca ( glass fiber ),plastic( polypropylene ) dan karbon (carbon) serta serat alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan sepertiijuk, serat bambu dan lainnya.Pada penelitian ini digunakan serat berupa serat anyaman kawat (kasa) aluminium pada kadar optimum yaitu sebesar 0,2% dengan variasi panjang serat dengan tujuan untuk mendapatkan nilaikapasitas lentur yang paling maksimum.

17. Beton polymer adalah 
Dengan pemberian polimer sebagai bahan perekat tambahan pada campuran beton, akan dihasilkan beton dengan kuat tekan yang lebih tinggi dan dalam waktu yang lebih singkat. Bahan yang ditambahkan bisa berupa latex maupun emulsi dari bahan lain. Jenis ini cocok digunakan pada pekerjaan-pekerjaan pembetonan dalam keadaan darurat seperti terowongan, tambang dan pekerjaan lain yang membutuhkan kekuatan beton dalam waktu singkat bahkan dalam hitungan jam. Disamping itu, jenis beton polimer bisa dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan ketahanan terhadap bahan kimia tertentu. Metode panambahan polimer selain pada campuran beton, bisa juga dilakukan pada saat beton sudah kering dengan tujuan untuk menutup pori-pori beton dan retak kecil (microcrac) karena pengeringan sehingga didapatkan beton yang kedap air (inpermiable) sehingga keawetan beton bisa meningkat.

UJI SLUMP BETON

Slump beton atau Concrete Slump Test adalah pengujian yang dilakukan khusus untuk mengukur seberapa kental adukan beton tersebut. Ini penting untuk dilakukan guna mengetahui seberapa mudahnya beton tersebut untuk dikerjakan atau workability.

Dengan begitu, uji slump yang dilakukan atas adukan beton memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui seberapa banyak (diukur dalam satuan centimeter) kemerosotan yang terjadi akibat proses pengadukan beton sewaktu di uji dengan alat tes khusus bernama kerucut Abrams.


Cara Uji Slump Beton

Langkah pertama yang harus disiapkan adalah menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan selama uji slump berlangsung. Cuci bersih agar alat mudah digunakan.
1. Setelah itu, letakkan alas kayu atau besi pada zona yang rata. Kemudian, letakkan kerucut Abrams di atasnya dengan ketentuan diameter yang lebih lebar ada di bawah.
2. Adukan beton yang berada dalam gerobak dorong dituang dalam kerucut Abrams dengan menggunakan sendok.
3. Tuang adukan secara perlahan-lahan. Pengisian adukan beton dibagi menjadi 3 tahap, dimulai dengan menuang sepertiga pertama volume kerucut saja. Tusuk tusuk atau rojok adukan secara merata dengan gerakan memutar sebanyak 25 kali untuk meratakan adukan beton. Lakukan langkah selanjutnya dengan menambahkan sepertiga bagian yang kedua dengan adukan beton lagi dan tusuk tusuk lagi adukan sama seperti cara yang pertama dengan cara memutar. Penuhi kerucut dengan adukan beton di sepertiga yang terakhir dan lakukan penusukan sampai 25 kali sama seperti cara kedua dan pertama sampai kerucut Abrams penuh.
4. Setelah itu, angkat kerucut Abrams dengan tegas (hindari mengangkat kerucut dengan cara menggoyang-goyangkannya yang akan berpengaruh pada keakuratan nilai slump). Lakukan dalam hitungan waktu yang cepat, kecepatan angkatnya sekitar 3-7 detik dan hasilnya beton dalam kerucut akan tertinggal.
5. Letakkan kerucut di samping adukan beton yang sudah dibentuk. Kerucut diletakkan secara terbalik. Letakkan mistar di antara kerucut dan adukan beton. Selisih antara tinggi kerucut dan tinggi adukan itulah nilai kekentalan slump beton yang dimiliki.
6. Jika terjadi kegagalan slump dimana hasil slump tidak memenuhi kisaran syarat slump yang telah ditentukan maka pengujian bisa diulangi lagi hingga maksimal 3 kali.

Jika masih gagal juga maka beton dianggap tidak memenuhi syarat dan bisa ditolak.



Jika selisih antara tinggi kerucut dan adukan beton kecil maka kekentalan beton tinggi. Sebaliknya jika selisih antara tinggi kerucut dan adukan beton besar maka beton segar dalam keadaan encer.Nilai slump yang sesuai harapan adalah nilai yang sesuai dengan rencana semula dengan toleransi lebih kurang 2 cm untuk naik turunnya.












Senin, 08 April 2019

Pengertian/Defisini Beton Precast Concrete

Pengertian/Defisini Beton Precast Concrete

Beton precast (pracetak) adalah produk beton untuk kebutuhan konstruksi yang diproduksi secara khusus menggunakan cetakan press beton dengan ukuran yang telah ditentukan dan disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi proyek konstruksi, sehingga dapat menghasilkan beton berkekuatan tinggi, workability, durable dan sustainable
Arti precast concrete sendiri merupakan serapan dari bahasa Inggris yang artinya beton pracetak
Penggunaan beton precast ini sudah barang tentu dapat menghemat biaya dalam memeproyeksikan sebuah pekerjaan konstruksi.
Beton jenis ini dicetak dengan dibubuhi rangkaian besi sebagai penulangannya agar konstruksi beton precetak menjadi tangguh dan kuat
Istilah lain untuk beton ini yaitu beton pracetak dan juga termasuk jenis beton bertulang (reinforced concrete)
Beton pracetak merupakan material konstruksi yang memiliki performa tinggi dan memberikan manfaat yang cukup signifikan dalam hal kualitas, desain, konstruksi, kekuatan, keselamatan dan sustainable.
Bicara mengenai jenis beton precetak sebenarnya sangat variatif, dilihat dari kebutuhan konstruksi. Diantara jenis-jenis produk beton precast yang biasa dipakai pada umumnya antara lain:

Jenis-Jenis Beton Precast/Pracetak

  • ⇨ Pagar Beton (kolom dan panelnya)
  • Beton Barrier (untuk sarana transporatasi, parkir dll)
  • U-Ditch (untuk urusan proyek pengairan, selokan, got, drainase maupun irigasi)
  • Box Culvert (untuk gorong-gorong dengan bentuk kotak, jembatan, ducting dll)
  • Pipa Beton RCP (untuk gorong-gorong dengan bentuk bulat)
  • Kanstin (untuk sarana jalan dan taman)
  • Paving (beton untuk halaman atau lapangan, jalan gang dll)



Sumber: solusikonstruksi.com

Persiapan PT Adimix

Pengertian Beton Yang Harus Diketahui:


Ketika membangun sebuah bangunan tentu saja Anda ingin mendapatkan hasil yang maksimal, baik dalam hal ketahanan dan cara perawatannya. Salah satu bahan bangunan konstruksi yang sangat umum dipakai dan merupakan salah satu yang wajib digunakan ialah beton. Beton memang sangat umum dipakai pada jenis bangunan konstruksi berupa rumah, jembatan, gedung bertingkat, dan masih banyak lagi yang lainnya. Kami akan sedikit mengulas tentang Pengertian Beton yang harus Anda ketahui seperti pada judul artikel kami ini.

Beton merupakan material atau bahan yang dipakai untuk keperluan struktur bangunan dan dibuat dengan campuran antara pasir, batu split atau kerikil, air, semen, dan juga bisa ditambahkan bahan – bahan lainnya untuk mendapatkan mutu beton khusus karena digunakan untuk bahan struktur bangunan khusus.

⇝Agregat Kasar
Untuk mendapatkan adukan beton dibutuhkan agregat kasar atau batu split (batu belah) pada campurannya. Batu split dihasilkan dari quarry atau tambang batu.

Agregat Halus
Selain agregat kasar pada campuran beton juga memerlukan agregat halus atau pasir dalam bahasa awamnya. Pasir dihasilkan dari penambangan pasir yang banyak terdapat di alam.

Semen
Untuk pengikat atau menyatukan beberapa material tersebut diatas dibutuhkan lah semen. Semen diproduksi di pabrik semen dan mengandung beberapa material penting di dalamnya spt : Kalsium, Alumina, Besi dan Silika.

Air
Sebagai pelarut saat proses pencampuran berlangsung dibutuhkan lah air. Salah satu syarat air yang baik yang bisa dipergunakan untuk melarutkan campuran beton adalah yang bisa diminum. Atau yang lebih lengkapnya lagi adalah : tidak mengandung lumpur (tidak lbh dari 2 gr/liter), tidak mengandung kadar garam (tidak lbh dari 15 gr/liter) dan tidak mengandung klorida (tidak lbh dari 0.5 gr/liter).

Pengertian beton yang sering kali terlintas di benak pikiran kita semua terwakili dari beberapa campuran material diatas yang dibutuhkan untuk membuat adukan beton. Namun ada satu material tambahan lagi yang biasa ditambahkan untuk memproduksi beton ready mix, yaitu :
Admixture
Admixture atau bahan kimia tambahan yang dicampurkan saat memproduksi beton segar siap pakai adalah Type B (retarding), berfungsi untuk memperlambat pengikatan adukan beton atau dengan kata lain bahan kimia tersebut memperlambat pengerasan adukan beton. Retarder dibutuhkan saat pengiriman beton ready mix berlangsung mulai dari batching plant hingga lokasi cor menembus kemacetan jalan raya terutama di kota kota besar seperti Jakarta.

Campuran Beton
Beton yaitu campuran antara pasir, batu split atau kerikil, air, semen yang dipakai untuk keperluan struktur bangunan
Kelebihan beton adalah kuat menahan gaya tekan tetapi rendah atau kurang kuat menahan gaya tarik untuk melengkapi kekurangannya tersebut digunakan lah bersama dengan besi baja sebagai tulangan yang membuat beton akan lebih kuat menahan gaya tarik maupun gaya tekan dan mempunyai tingkat keawetan yang cukup baik. Akhirnya munculah produk baru bernama beton bertulang atau reinforced concrete yaitu penggabungan dua material yang saling memberikan manfaat diantara keduanya.

Oleh karena beton sudah dilengkapi dengan besi sebagai tulangan hal tersebut bisa membuat beton semakin kuat menahan gaya tekan maupun gaya tarik. Jenis beton bertulang memang cukup mudah Anda jumpai pada setiap elemen dari struktur bangunan, baik dari pondasi sebuah bangunan, pelat lantai, balok, dan juga kolom. Beton bertulang kadang kala juga dipakai pada proses pembuatan infrastruktur misalnya jalan beton, jembatan beton, bendungan, dan masih banyak lagi lainnya.

Keunggulan Beton Untuk Konstruksi
Menggunakan beton untuk konstruksi bangunan Anda akan mendapatkan beberapa keunggulan yang akan di dapatkan. Misalnya saja seperti berikut ini:
➤➤Penggunaan beton bisa dengan mudah dibentuk dengan memakai bekisting yang sesuai dengan keperluan dari konstruksi bangunan Anda.
➤➤Menggunakan beton dapat memberikan kepada Anda daya tekan yang cukup tinggi.
➤➤Menggunakan beton untuk konstruksi bangunan bisa memberikan ketahanan yang sangat baik pada temperatur suhu baik suhu tinggi maupun suhu dingin sekalipun.
➤➤Penggunaan beton untuk bahan bangunan bisa membuat Anda lebih berhemat apabila dibandingkan dengan menggunakan material baja.
➤➤Penggunaan beton juga memberikan kepada Anda mutu yang berbeda – beda sesuai dengan keperluan Anda untuk konstruksi bangunan Anda.
Jika menggunakan beton untuk bahan bangunan konstruksi Anda, maka Anda akan lebih mudah merawatnya dan juga bisa lebih awet dan tahan lama.

Namun diantara kelebihan – kelebihan yang Anda dapatkan dari penggunaan beton sebagai bahan konstruksi bangunan, juga ada kekurangan yang bisa Anda rasakan. 
Misalnya saja:
➯mutu akhir yang akan Anda dapatkan dari proses pembuatan konstruksi beton maka akan sangat dipengaruhi oleh mutu bahan baku dari beton tersebut dan juga bagaimana proses dari pelaksanaan pengecoran tersebut.

Jenis Beton
Beton sendiri ada beberapa jenisnya misalnya saja jenis beton siklop yang sama dengan jenis beton normal pada biasanya, yang menjadi pembeda adalah beton siklop dipakai dengan menggunakan batu yang cukup besar (berukuran sekitar 10-20 cm). Pada umumnya jenis beton ini dipakai untuk konstruksi bangunan berupa jembatan, pangkal jembatan, bendungan, dan masih banyak lagi yang lainnya. 
Selanjutnya adalah jenis beton ringan yang sama dengan jenis beton biasa. Yang menjadi pembeda hanya pada tingkat agregat kasar diganti dengan menggunakan agregat yang lebih ringan. Atau Anda bisa menggunakan jenis beton biasa dan ditambahkan dengan bahan yang bisa membuat gelembung udara.
Yang ketiga adalah jenis beton non pasir atau porous concrete. Jenis beton ini menggunakan bahan tanpa pasir, sehingga hanya menggunakan air, semen, dan juga kerikil. Apabila tidak menggunakan pasir maka secara otomatis rongga – rongga yang ada pada kerikil tidak dapat terisi. Jenis beton ini sangat cocok untuk jadi pelat lantai pada halaman rumah sehingga air hujan dapat terserap dengan baik ke dalam lapisan tanah. Masih banyak lagi jenis beton yang bisa Anda temukan seperti jenis beton prategang, beton paracetak, beton bertulang, beton hampa, beton masa, beton serat, dan masih ada lagi yang lainnya.









Jumat, 05 April 2019

Pengertian dan Pemasangan Bowplank

Bowplank ialah penanda sementara yang digunakan untuk menentukan titik-titik as pada area kerja di dalam proyek pembangunan sesuai dengan hasil pengukuran yang telah dilakukan sebelumnya. Fungsi utama bowplank adalah sebagai penentu arah pondasi dan ketinggian lantai bangunan. Bowplank juga bisa berfungsi untuk membuat sudut siku dengan menggunakan bantuan theodolit.
Karena hanya dipasang untuk sementara waktu, bowplank biasanya dibuat dari bahan yang murah seperti kayu berkualitas rendah. Kayu yang berbentuk tiang pancang ini selanjutnya ditancapkan di sudut-sudut area pekerjaan pembuatan bangunan. Sedangkan kayu yang berbentuk papan dipasang secara horisontal menghubungkan masing-masing tiang pancang. Setelah itu, titik-titik as untuk menandai area kerja pondasi, kolom, dinding, dan lain-lain dibuat memakai tali kenor yang dibentangkan serta diikatkan di papan kayu yang dipasang secara mendatar.
Terdapat enam syarat yang harus dipenuhi agar pembuatan bowplank benar dan sesuai ketentuan, di antaranya :
  1. Kedudukan masing-masing patok kayu dibuat sedemikian rupa agar kekuatannya terjamin dan tidak mudah goyah.
  2. Posisinya berada di jarak yang cukup dari titik pembangunan sehingga tidak mengganggu atau diganggu pekerjaan lainnya.
  3. Keberadaannya bisa dilihat dengan jelas sehingga para pekerja bisa mudah menemukannya.
  4. Penanda yang dipasang secara horisontal harus berada di satu bidang yang rata.
  5. Arahnya harus diletakkan serempak menghadap ke dalam bangunan.
  6. Benang merupakan penanda untuk garis tengah pondasi dan dinding.
Metode Pemasangan Bowplank
Pekerjaan pemasangan bowplank dilakukan setelah proses survei pengukuran lahan untuk pembangunan rampung dikerjakan. Adapun prosedur selengkapnya adalah sebagai berikut.
Alat dan Bahan :
  • Kayu
  • Benang
  • Gerobak
  • Palu
  • Paku
  • Sabit
  • Meteran
  • Penggaris Siku
  • Unting-unting
  • Sekop
  • Cetok
  • Timba
  • Gergaji
  • Selang
  • Pensil
Langkah-langkah :
  1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan seperti tercantum pada daftar di atas. Pastikan semuanya lengkap agar tidak terjadi kesulitan dalam pemasangan bowplank nantinya.
  2. Buat tiang pancang dari kayu berukuran 1 m sebanyak empat buah. Caranya yaitu lancipkan salah satu ujung kayu memakai sabit agar mudah ditancapkan ke dalam tanah.
  3. Tancapkan kayu tiang pancang pertama ke dalam tanah sambil dipukul menggunakan palu pelan saja supaya menancap kuat dan tidak mudah goyah. Tancapkan tiang kayu tersebut sampai bagian yang tersisa di atas permukaan tanah setara dengan ketinggian permukaan lantai yang direncanakan.
  4. Agar kedudukannya semakin mantap, sebaiknya tiang pancang ditahan lagi dengan dua bilah kayu. Periksa tingkat ketegakannya memakai unting-unting untuk memastikan tiang pancang tersebut berdiri tegak.
  5. Ulangi pemasangan tiang pancang di ketiga sudut area lahan pembangunan lainnya. Jangan lupa untuk memeriksa ketegakan posisinya memakai unting-unting. Cek juga tingkat ketinggian tiang pancang menggunakan waterpass dari selang guna memastikan semua tiang pancang mempunyai ukuran ketinggian yang sama persis.
  6. Pasang papan kayu yang diposisikan secara horisontal menghubungkan tiang pancang yang satu dengan lainnya. Sekali lagi periksa permukaan yang dibentuk oleh papan kayu yang dipasang mendatar ini benar-benar rata. Kini tercipta sebuah penanda dari kayu yang mengelilingi area lahan pembangunan.
  7. Bentangkan benang sebagai penanda tanah yang akan digali untuk keperluan pekerjaan pondasi bangunan dan pendirian dinding. Benang ini diikatkan dari sisi papan kayu yang dipasang dalam posisi mendatar ke sisi papan kayu di seberangnya sesuai dengan ukuran yang sudah ditentukan. Lakukan sampai seluruh penanda dari tali tersebut selesai dipasang.
  8. Cek sekali lagi posisi dan ketinggian pemasangan benang-benang tadi supaya dapat dipastikan sesuai dengan rencana proyek pembangunan.



Sumber:
arafuru.com

Pekerjaan Plesteran dan Acian

Pekerjaan Plesteran.  Setelah dinding terpasang sampai atas, mulailah melakukan pelapisan penutup dinding bata. Pelapisan dilakukan dengan diplester untuk dinding dalam. Dinding luar atau batas kavling biasanya hanya disawut (plesteran tanpa dihaluskan serta tanpa diaci). Sebaiknya saat memulai suatu pekerjaan plesteran hendaknya dinding  batu bata disiram terlebih dahulu dengan air agar plesteran cepat menempel di dinding. Setelah seluruh dinding diplester, diamkan beberapa hari agar kadar airnya cepat hilang. Biasanya setelah kadar air seluruhnya telah menguap, plesteran akan terlihat retak-retak kecil. Pekerjaan plester itu biasanya dilakukan pada bidang dinding dan pada bagian atas pondasi (trasram/semenram). Pekerjaan trasram untuk mencegah agar kaki tembok tidak mengisap lembab (air) dari tanah. Adukannya dibuat rapat air yaitu dengan eampuran 1 pc : 2 pasir. Diantara bagian bawah tembok dengan bagian atas pondasi, sekarang banyak dipasangi balok beton bertulang (sloof) dengan maksud untuk meratakan beban bangunan yang diterima oleh pondasi yang sekaligus berfungsi sebagai trasram.

C. Plesteran dan Acian Bidang Tembok
1. Syarat-Syarat Memplester Tembok:
a. Tembok yang akan diplester harus datar.
b. Sebelum memulai memplester tembok harus digaruk dengan sapulidi dan dibersihkan dengan air tawar (air minum).
c. Tebal lapis plester hanya 1 @ 1,5 cm.
d. Adukan yang dipakai : 1 kapur : 1 tras : 3 pasir, bila perlu dapat dibuat 1 semen: 3 pasir.  2.

Pelaksanaan Memplester Tembok:
a. Tembok yang akan diplester dibagi dalam beberapa bagian (petakpetak).
b. Pada keempat sudut petak tembok dipasang paku dengan kepala menonjol .± 3 cm dari bidang tembok, untuk merentangkan benang.
c. Jarak benang dari sisi tembok 1,5 cm dan bila ada tembok yang menempel pada benang, maka temboknya harus dipahat dulu supaya didapat plester sama tebal dan rata.
d. Di tempat-tempat tertentu yaitu pada paku dan rentangan benang dibuat plester utama yang berhimpit dengan benang-benang tadi, sebagai standar tebal plester.
e. Plester utama yang vertikal ini dibuat tiap-tiap jarak 1,00 meter. Setelah ini selesai, benang dapat dilepas.
f. Diantara 2 lajur plester utama di isi penuh dengan adukan, kemudian digores dengan penggaris besar dan lurus mulai dari bawah ke atas untuk memperoleh bidang yang rata.
g. Kemudian bidang yang paling luar dilapisi dengan lapisan encer (kapur + semen merah + air) sambil digosok dengan papan gosok supaya permukaan standar yang rata, ini disebut mengaci.
h. Rusuk-rusuk dan sudut pertemuan plester tembok harus merupakan sudut siku ( = 90°) dan ini harus diplester dengan adukan 1 semen : 3 pasir supaya tahan benturan-benturan ringan.
i. Setelah lapis ini betul-betul kering, bidang permukaannya disapu dengan kapur tohor sebanyak 3 kali, dan agar terlihat indah kapur ini dicampur dengan zat pewarna yang sesuai dengan selera pemilik bangunan

3. Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan :
a. Bahan adukan plester seperti pasir, tras dan kapur yang telah dicampur rata harus diayak dulu, supaya butiran-butiran kasar tidak ikut bercampur.
b. Usahakan jangan menggunakan adukan bekas tembok lama karena daya lekatnya kurang.
c. Pada pekerjaan mengaci, bila dalam ember kapur tadi air kapumya sudah habis, hanya tinggal butiran-butiran kasar yang harus dibuang dan diganti dengan campuran yang sewarna dan baru.

4. Cara memplester tembok lama:
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung  Sederhana– V 79
a. Sebelumnya lapis plester tembok lama harus dikupas.
b. Siar tegak maupun siar datar harus digaruk sedalam ± 1,5 em.
c. Bagian bata tembok yang lumutan (licin) harus digaruk supaya permukaannya kasar, agar lapis plester yang bam dapat melekat dengan baik.
d. Bila ada bagian tembok yang terlalu kering, harus dibasahi dengan air tawar.
e. Selanjutnya pelaksanaan memplester mengikuti langkah di atas dari no. 1 sampai 9.
Gambar

5. Pekerjaan Acian Pekerjaan berikutnya adalah mengaci, untuk menutupi adanya keretakan alami akibat penguapan. Sebelum pekerjaan acian dimulai, terlebih dahulu lakukan penyiraman agar acian mudah melekat pada plesteran. Bila pekerjaan acian telah selesai maka perlakuannya sama dengan pekerjaan plesteran. Acian didiamkan beberapa hari agar kadar airnya mengering. Setelah terjadi pengeringan, akan timbul secara alami keretakan yang disebut retak-retak rambut.  Setelah proses pengacian selesai, pekerjaan selanjutnya adalah menutupi pari-pari atau retak-retak rambut. Secara umum arang akan memakai wall sealer (plamur tembak). Plamur tembak diencerkan dengan air secukupnya. Kemudian diratakan pada permukaan dinding dengan alat perata. Plamur tembak dapat dijumpai di setiap taka-taka bangunan dengan berbagai merek. Secara umum bahan ini lebih banyak dipakai di peru mahan perkampungan. Plamur tembak tipe ini agak sedikit mahal karena pengerjaannya akan banyak memakan waktu sehingga menambah biaya pelaksanaan. Selain itu, pada waktu akan dilakukan pengecatan, dinding harus diamplas terlebih dahulu. Di sini banyak dijumpai adanya bilur-bilur bekas guratan alat perata (kape atau alat perata lainnya) sehingga pengamplasannya juga akan memakan waktu serta banyak memakai kertas amplas. Bagi mereka yang tetap akan memakai plamur tembok jenis ini ada beberapa cara yang cukup baik untuk membuat plamur tembok yang lebih murah dan mudah dibuat sendiri. Cara lain untuk melapisi keretakan acian adalah memakai plamur tembok jenis lainnya yang disebut under coat (Iapisan dasar). Bahan ini diproduksi oleh pabrik cat terkenal dengan berbagai merek. Secara teknik pemakai bahan tipe ini akan lebih menguntungkan, karena pelaksanaannya memakai rol cat dinding. Bahannya harus dibuat seencer mungkin sehingga bidang sasaran akan jauh lebih banyak. Pengerjaannya pun bisa lebih cepat. Keuntungannya akan dapat menekan biaya pelaksanaan. Dibuat encer bertujuan agar seluruh bahan tersebut dapat sempurna mengisi celah-celah retak rambut acian. Bila dibuat kental, akibatnya pada saat mengering bahan tersebut akan naik ke permukaan celah-celah yang retak. Selain itu, lebih boros pemakaian bahannya. Jadi, pekerjaan pengamplasan akan lebih lama dan boros kertas amplas serta menambah biaya pengerjaan.


Sumber:
Teknik Konstruksi Bangunan Gedung  Sederhana– V, hal 77-80